Lelucon Singa

sekedar coretan biasa seorang khaidar, seorang blogger indonesia
August 7th, 2008

Ada Yang Naik Ada Yang Turun

Setelah tiba di bandara Gardermoen, saya langsung mencari letak stasiun kereta ekspress di bandara. Rencananya saya pengen mencoba naik kereta flytoget ini karena waktu perjalanan kemarin saya belom sempat mencoba. Kereta ini bisa mencapai Oslo Central Station dalam waktu kurang dari 20 menit.

Sewaktu saya mau membayar tiket, saya agak kaget karena harganya sudah menjadi NOK 170. Perasaaan waktu Juni lalu, harganya masih NOK 150. Setelah pengecekan tiket, saya langsung ke kios buat beli Fanta. Dan harga Fanta yang sebelumnya NOK 24, sekarang sudah menjadi NOK 25. Kok harganya pada naik begini, pikirku. Wah bisa berabe nih…

Baca selengkapnya…

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


August 6th, 2008

Pengalaman Di Bandara

Ketika saya pergi ke atau pulang dari Norwegia dulu, hal yang paling merepotkan adalah waktu pemeriksaan di bandara. Karena saya mesti mencopot ikat pinggang dan sepatu saya. Waktu itu saya memakai sepatu safety, yang ada logamnya di atas jari-jari kaki itu, sebagai perlindungan.

Gara-gara memakai sepatu itu, otomatis saya mesti mencopot sepatu saya setiap ada pemeriksaan. Soalnya kalo nggak, detektornya pasti berbunyi. Dan yang membikin lama, sepatu saya memakai tali sepatu. Udah nyopot sepatunya lama, makainya juga lama…

Karena itu, belajar dari pengalaman di waktu lalu, dalam perjalanan kemarin saya memakai sepatu yang tidak ada tali dan logamnya. Dan terbukti, saya tidak perlu mencopot sepatu lagi. Tinggal melenggang kangkung saja hehe…

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


July 29th, 2008

Penyebab Reproduksi Manusia

Gara-gara kemarin ngomongin menikah, saya jadi teringat diskusi di milis dua tahunan yang lalu. Intinya sih membahas tentang mengapa manusia bereproduksi atau berkembang biak.

Alkisah, manusia itu terdiri dari gen-gen yang bisa mempengaruhi fisik dan karakter jiwa manusia itu sendiri. Nah, salah satu ciri dari gen tersebut adalah berusaha untuk melestarikan dirinya. Agar bisa lestari, gen-gen ini harus selalu “menumpang” di inangnya, yaitu manusia. Padahal, umur manusia jelas ada batas waktunya. Oleh karena itu, gen-gen ini membutuhkan manusia agar mereka bereproduksi sehingga gen-gen ini bisa terus lestari.

Lantas, bagaimana caranya biar manusia, tanpa dipaksa, mau bereproduksi? Tentu harus ada insentif-insentif yang diberikan kepada manusia itu. Katakanlah sebagai hadiah atas usahanya untuk bereproduksi. Insentif-insentif tersebut, misalnya rasa yang mengenakkan ketika bersetubuh. Juga, rasa sayang orangtua kepada anak-anaknya yang masih imut dan lucu. Dengan insentif-insentif tersebut, diharapkan manusia akan terus bereproduksi sehingga kelestariannya bisa terjaga, yang otomatis akan membuat gen-gen ini tetep lestari juga.

Dalam bahasan ini juga, sumber yang mempengaruhi alasan untuk bereproduksi tidak selalu dari gen saja, tapi juga bisa dari ide, gagasan, atau ajaran. Agar gagasan/ajaran dapat hidup sepanjang jaman, tentunya membutuhkan kelestarian manusia sebagai pembawa gagasan. Oleh karena itu, gagasan/ajaran ini akan menganjurkan manusia untuk terus bereproduksi. Kepunahan manusia sama artinya dengan matinya sebuah gagasan/ajaran tersebut. Dan itu bukanlah sesuatu yang diharapkan bersama.

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


July 28th, 2008

Pulang Kampung Lagi

Wuah…badan masih capek-capek nih. Secara kemarin saya baru datang dari Pekalongan. Sengaja saya mengambil cuti seminggu biar lebih enak kalo dipake buat pulang kampung. Dan ternyata suasana di kampung kemarin terasa beda dengan suasana pas saya pulang di lebaran yang lalu.

Secara umum, suhu udara nggak begitu panas. Nggak semromong kayak lebaran dulu. Apalagi kalo di pagi hari, suhunya dingin banget… Jalan raya juga kelihatan lebih lengang. Motor masih mendominasi jalanan, dibanding mobil. Trendnya nanti, sepertinya dominasi motor akan lebih tinggi lagi di tahun-tahun mendatang.

Asiknya pulang ke pekalongan, berarti saya bisa sarapan sego megono lagi, tentunya satu paket ama tempe goreng dan bakwan. Saya bisa mencicipi soto tauto lagi hehehe. Banyak pilihan tempat di sana secara soto tauto itu makanan khasnya Pekalongan. Maklum, selama di Jakarta, saya baru makan tauto sekali doang di warung di daerah tebet waktu makan bareng ama om Papabonbon.

Btw, saya pulang kampung karena memang ada acara, keluarga saya punya hajatan: pernikahan mbak saya. Acara di hari jumat pagi ijab kabul, trus siangnya resepsi buat ibu-ibu abis jumatan. Sabtunya, acara ramah tamah. Dan alhamdulillah, acaranya berjalan dengan lancar tanpa kurang sesuatu apa.

Terus terang, waktu acara ijab kabul saya ikutan deg-degan juga. Saya berpikir suatu saat nanti, entah kapan, saya yang akan mengucapkan ijab kabul itu di depan orang-orang.

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


July 10th, 2008

Jumatan

Walaupun aku udah menemukan dua masjid sampai pake acara kesasar segala, akhirnya aku nggak jumatan di sana. Aku lebih memilih jumatan di kedutaan karena alasan waktu dan bahasa. Waktu aku tanya jam jumatan di sana, kebanyakan menjawab jam tiga. Padahal jam segitu keliatannya udah tanggung banget karena udah deket jam pulang kantor. Nah kalo di kedutaan, jumatannya mulai jam 2. Jadi jam 3 aku udah bisa di kantor lagi.

Lokasi kedutaan Indonesia lumayan jauh juga sih dari kantor. Mesti naik kereta dulu dari Brynseng trus turun di National Theatre. Trus dilanjutkan naik bus nomor 30 jurusan Huk, dan turun di Frogner Kirke lalu jalan kira-kira 150 meter. Pas minggu terakhir, ada perubahan rute. Bis nomor 30 tidak melewati National Theatre. Jadi aku mesti jalan dulu dari National Theatre ke Radhuplassen.

Baca selengkapnya…

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


June 13th, 2008

Mencari Masjid di Oslo

Kira-kira pertengahan Mei, seabis menonton parade di jalan Karl Johans kalo nggak salah, gw sendirian jalan-jalan (jalan kaki beneran ni…) ngubek-ngubek daerah Gronland. Niatnya mau mencari masjid buat jumatan. Soalnya, sewaktu gw liat peta di internet, di daerah Gronland ada gambar lokasi masjid di situ.
Dari peta di internet, kalo mau ke lokasi masjid kita tinggal jalan lurus aja dari Brugata trus Gronland, trus lurus lagi sampai deh di masjidnya.

Sebelum ke masjid yg ada di peta itu, gw punya rencana mau ngecek dulu masjid yang letaknya di dekat stasiun Gronland. Sesampainya di sana, keknya masjidnya masih dalam proyek konstruksi gitu. Pintu-pintunya masih dikunci, trus lantainya juga blom jadi. Akhirnya gw foto-foto aja deh hehe…

Masjid dekat stasiun Gronland

Abis dari situ, gw lanjut lagi mencari masjid sesuai petunjuk yang ada di peta. Sesudah jalan kaki agak lama, gw ngerasa ada yg salah nih. Kok masjidnya nggak ketemu-ketemu padahal gw udah jalan lurus dari Gronland. Akhirnya gw ambil jalan ke kiri, abis itu kalo ada belokan gw belok kiri lagi, kayak mau membentuk putaran.

Baca selengkapnya…

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


June 12th, 2008

Menara Ski Holmenkollen

Dua minggu di Oslo, sesuai rencana, kami jalan-jalan ke Holmenkollen. Holmenkollen adalah nama tempat di pinggiran kota Oslo yang merupakan daerah rekreasi olahraga ski sejak abad 19. Tempat ini terkenal dengan menara ski lompatnya dan menjadi arena kejuaraan dunia untuk olahraga ski sejak tahun 1892.

Holmenkollen Holmenkollen
Berangkat agak siang, kami naik kereta metro T-bane dengan tujuan Frognerseteren dan turun di stasiun Holmenkollen. Tadinya gw kira suhu di sono udah agak mendingan, eh… tak tahunya hujan rintik-rintik, suasananya dingin banget, dan ditambah lagi, gw nggak pake jaket…

Habis dari Holmenkollen, kami langsung ke taman Vigeland hehe…
Vigeland Vigeland

Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di sini dan di sini.

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


June 3rd, 2008

Tujuh Keajaiban Alam Dunia

Biar kejadian Borobudur tahun lalu tidak terulang lagi, mari kita vote alam indonesia di 7 keajaiban dunia…

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


May 20th, 2008

Parade di Hari Konstitusi Norwegia

Akhirnya sabtu kemarin jadi juga melihat parade di hari nasional Norwegia. Berangkat dari stasiun Grønland, melewati stasiun Jernbanetorget, trus turun di stasiun Stortinget. Pas keluar dari kereta, udah banyak cewek-cewek Norwegia yang memakai pakaian nasional mereka. Pasukan tentara kerajaan juga sudah tampak baris-berbaris. Wah, brarti parade-nya udah mulai nih…

Parade di Karl Johans

Parade di Karl Johans

Kegiatan parade ini berpusat di Karl Johans Gate yang menghubungkan Oslo Central Station dengan Royal Palace. Yang datang lumayan banyak walaupun hari itu hujan rintik-rintik. Katanya, kalau nggak hujan, yang datang pasti jauh lebih ramai lagi. Tapi kemarin pun rasanya udah rame kok.

Suasananya lumayan meriah walaupun udaranya dingin banget. Sewaktu ada tiupan angin sepoi-sepoi ditambah rintik-rintik hujan, duh… gigi gw jadi linu-linu gitu. Dinginnya minta ampun sampai terasa menusuk tulang kayak nggak pake jaket aja. Padahal gw pake baju tiga lapis dan Oslo udah masuk musim semi. Gimana kalo musim dingin yah…

Di depan gedung parlemen

Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di Flickr, udah lumayan banyak hehe… :D

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]


May 16th, 2008

Hari Pertama di Oslo

Alhamdulillah, rabu pagi kemarin kami (saya dan Agus) tiba di bandara Oslo, Norwegia. Perjalanan diawali dari bandara Cengkareng sekitar jam 18.30. Satu setengah jam kemudian, mampir kencing sebentar di bandara Kuala Lumpur selama satu jam. Kemudian, penerbangan dilanjutkan menuju bandara Schipol di Amsterdaam. Tiba di Amsterdaam sekitar pukul 05.30 pagi langsung lanjut ke Oslo Airport jam 07.00 dan tiba di sana sekitar pukul 09.00. Jadi kalau ditotal, butuh waktu sekitar 20 jam perjalanan karena Oslo dan Jakarta mempunyai perbedaan waktu 5 jam. (Oslo: GMT +2, Jakarta: GMT +7)

Pemandangan di Brugata

Keluar dari bandara, angin dingin langsung menyambut. Suhu mendekati 18 derajat celsius dan Oslo sudah memasuki musim semi. Dari airport naik taksi ke tujuan di daerah Bryn. Sempat terkaget-kaget waktu ngeliat argonya. Gila! mahalnya nggak ketulungan. Dengan jarak tempuh yang lumayan deket, buat bayar taksinya bisa sampai 700 NOK (Norwegian Kroner). Dan 1 NOK = 1950 rupiah, jadi total biaya taksi 1,365 juta rupiah. Eduaannn…

Dari Bryn langsung meluncur ke hotel di daerah Brugata, dekat Grønland. Daerah ini tempat multikultural di kota Oslo, banyak sekali imigran yang saya lihat di sini baik yang dari Pakistan, Timur Tengah atau yang dari Afrika. Jadi suasananya serasa bukan di sebuah kota di Eropa… :D

Pemandangan di Brugata

Foto-fotonya masih sedikit. Insya Allah nanti menyusul langsung banyak. Soalnya besok tanggal 17 Mei, hari nasional Norwegia. Ada parade besar-besaran di pusat kotanya, yaitu di sepanjang jalan Karl Johans. Jalan Karl Johans ini menghubungkan antara Royal Palace dengan Oslo Central Station dan bisa dilewati selama 15 menit lewat jalan kaki.

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]